Herbal dan tanamanSerai—batang harum untuk demam dan pencernaan?
- Henryk Różański — Trawka cytrynowa w fitoterapii – Cymbopogon citratus
- Henryk Różański — Tagetes, czy Artemisia dracunculus – Estragon? Czy w marketach kupujemy prawdziwy Estragon?
- Ethnobotanical uses, phytochemistry and bioactivities of Cymbopogon plants: A review. · J Ethnopharmacol 2024
- Nutritional Aspects, Chemistry Profile, Extraction Techniques of Lemongrass Essential Oil and It's Physiological Benefits. · J Am Nutr Assoc 2024
- A review on epilepsy, current treatments, and potential of medicinal plants as an alternative treatment. · Neurol Sci 2023
- Antifungal efficacy of plant essential oil nanoemulsions against cucumber powdery mildew. · Sci Rep 2025
- Comparative larvicidal efficacy of essential oils from Cymbopogon citratus stalks and leaves against Anopheles gambiae sensu stricto. · Malar J 2025
- Phytogenic Immunostimulants: Evaluation of Antifungal and Immunomodulatory Effect of Basil and Lemongrass Extracts in Labeo rohita. · ACS Omega 2026
Henryk Różański menulis bahwa sediaan serai dapat membantu mengatasi suasana hati yang buruk serta mendukung kemampuan mengaitkan, ingatan, dan persepsi.
- Ia juga menyebutkan bahwa sediaan tersebut merangsang pencernaan dan sirkulasi, bersifat diuretik, serta menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri.
- Pada kulit, sediaan tersebut dapat mengurangi produksi sebum, menyegarkan, serta membantu mengobati infeksi dan herpes.
- Henryk Różański juga menyebut peradangan tenggorokan dan saluran pernapasan, pilek, sinusitis, perut kembung, tubuh lemas, dan masuk angin.
Apa yang ditulis para penulis
Minyak, tingtur, dan seduhan serai dapat memiliki efek antidepresan serta meningkatkan kemampuan mengaitkan, mengingat, dan memahami.
Sediaan serai dapat meredakan neurosis vegetatif.
Sediaan ini dapat merangsang sekresi cairan pencernaan dan sirkulasi darah, menghangatkan tubuh, serta meningkatkan jumlah urine yang dikeluarkan.
Jika digunakan pada kulit, serai dapat mengurangi produksi sebum, menyegarkan, mengurangi bau keringat, serta membantu mengobati penyakit jamur, virus, dan bakteri.
Minyak dan tingtur serai direkomendasikan untuk dioleskan pada herpes.
Sediaan serai dapat memiliki efek antiseptik, antiradang, dan menyegarkan. Henryk Różański menyebutkan penggunaannya untuk mengatasi peradangan tenggorokan, rongga mulut, laring, dan bronkus.
Henryk Różański menyebut pilek, sinusitis, dan perut kembung sebagai keluhan yang dapat dibantu dengan serai.
Henryk Różański merekomendasikan tingtur serai untuk mengatasi tubuh lemas, rasa kantuk, neurosis, pekerjaan mental yang intens, masuk angin, dan flu.
Serai disebut sebagai salah satu bahan campuran herbal yang dianjurkan untuk memperbaiki suasana hati.
Penelitian dari PubMed · Europe PMC
Kami memilih 6 penelitian dengan hasil positif terbaik. Ini hanya pilihan, bukan tinjauan lengkap semua penelitian.
Jumlah seluruh studi tentang topik ini di PubMed: 302.
Tinjauan ini menjelaskan penggunaan tradisional tanaman dari genus Cymbopogon, antara lain untuk mengatasi masuk angin, sakit kepala dan sakit perut, diare, serta sakit tenggorokan.
Tujuan studi: Meskipun beberapa penelitian telah memastikan bahwa Cymbopogon mengandung berbagai komponen aktif, belum ada tinjauan yang merangkum informasi tentang penggunaan tradisional, fitokimia, farmakologi, dan/atau pengendalian mutunya.
Hasil: Tanaman Cymbopogon (Gramineae atau Poaceae) dibudidayakan di seluruh dunia. Pengobatan tradisional Tiongkok dan sistem pengobatan lainnya meyakini bahwa Cymbopogon dapat meredakan batuk, mengurangi rasa sakit, mengatasi pusing dan cedera akibat kecelakaan, serta meredakan sakit perut. Penelitian fitokimia telah mengisolasi atau mengidentifikasi total 153 senyawa dari spesies Cymbopogon, termasuk flavonoid, terpenoid, asam lemak, dan senyawa lainnya. Ekstrak atau senyawa dari Cymbopogon menunjukkan berbagai aktivitas biologis, seperti antibakteri, antiradang, antivirus, antineoplastik, antiaritmia, antidiabetes, dan aktivitas lainnya. Kandungan citronellal, citronellol, dan geraniol yang tinggi dalam Cymbopogon juga memberikan manfaat gizi yang penting. Berdasarkan penggunaan tradisional, kandungan fitokimia, dan aktivitas farmakologisnya, tanaman Cymbopogon berpotensi menjadi sumber obat dan pangan dengan beragam efek farmakologis.
“Tidak disebutkan” bukan berarti tidak ada yang membiayai — basis data tidak selalu mencatatnya.
Tinjauan tersebut menyebutkan bahwa minyak serai dapat membantu penyembuhan luka dan meringankan diabetes.
Tujuan studi: Serai mengandung berbagai zat yang diketahui memiliki sifat antioksidan dan membantu mencegah penyakit, termasuk minyak atsiri, senyawa, mineral, dan vitamin. Minyak atsiri serai (Cymbopogon spp.) (LGEO) terbukti dapat meringankan diabetes dan mempercepat penyembuhan luka.
Hasil: Ada sejumlah artikel tentang kimia, biosintesis, teknik ekstraksi, dan permintaan minyak serai di seluruh dunia. Kami membandingkan efektivitas beberapa metode ekstraksi minyak atsiri serai, termasuk ekstraksi pelarut, ekstraksi CO2 superkritis, distilasi uap, hidrodistilasi (HD), dan hidrodistilasi berbantuan gelombang mikro (MAHD). Selain itu, minyak atsiri yang terkandung dalam serai serta bioaktivitasnya berdampak penting pada kesehatan manusia.
“Tidak disebutkan” bukan berarti tidak ada yang membiayai — basis data tidak selalu mencatatnya.
Tinjauan tersebut menyebut Cymbopogon winterianus sebagai tanaman dengan aktivitas antiepilepsi.
Tujuan studi: Epilepsi dianggap sebagai salah satu penyakit saraf yang umum dan mengancam nyawa jutaan orang di seluruh dunia. Sejak zaman dahulu, berbagai jenis obat telah digunakan untuk mengobati kondisi ini.
Hasil: Tanaman dan minyak atsirinya dapat dipertimbangkan sebagai pengganti pengobatan yang ada karena efek sampingnya lebih sedikit. Tanaman obat terbukti menjadi sumber alami obat antiepilepsi yang efektif; sebagian besar bekerja dengan memengaruhi reseptor GABA melalui berbagai cara. Cannabis indica dan Cymbopogon winterianus adalah spesies tanaman yang dikenal memiliki aktivitas antiepilepsi. Tinjauan ini menyajikan daftar tanaman dengan efek antiepilepsi dan bertujuan membuka jalan bagi para ilmuwan untuk menemukan obat alternatif dengan efek samping lebih sedikit.
“Tidak disebutkan” bukan berarti tidak ada yang membiayai — basis data tidak selalu mencatatnya.
Nanoemulsi minyak serai membatasi perkecambahan spora dan tingkat keparahan embun tepung pada mentimun.
Tujuan studi: Nanoemulsi minyak atsiri tanaman (PEO-NE) menawarkan alternatif berkelanjutan untuk fungisida sintetis dalam menangani penyakit tanaman. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas antijamur PEO-NE yang berasal dari tujuh tanaman obat terhadap embun tepung pada mentimun.
Hasil: Aplikasi pencegahan 48 jam sebelum inokulasi patogen selanjutnya mengurangi tingkat keparahan penyakit sebesar 72,41%, 55,17%, dan 41,3% masing-masing untuk savory, serai, dan cengkeh. Analisis senyawa fenolik menggunakan HPLC-DAD menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kadar asam 3,4-dihidroksibenzoat, asam kafeat, asam ferulat, asam galat, rutin, dan asam rosmarinat pada tanaman yang diberi perlakuan. GC-MS mengidentifikasi senyawa utama, termasuk karvakrol (88,6%) pada savory, eugenol (56,6%) dan β-kariofilena (29,93%) pada cengkeh, serta sitral (42,6%) pada serai. Temuan ini menunjukkan potensi PEO-NE sebagai alternatif ramah lingkungan untuk menangani embun tepung pada mentimun.
“Tidak disebutkan” bukan berarti tidak ada yang membiayai — basis data tidak selalu mencatatnya.
Minyak dari batang serai memiliki efek membunuh larva nyamuk Anopheles gambiae.
Tujuan studi: Nyamuk menularkan beberapa penyakit menular, termasuk malaria. Karena nyamuk semakin kebal terhadap insektisida sintetis dan bahan kimia ini tidak selektif, penggunaan larvasida menjadi metode yang efektif dan lebih aman bagi lingkungan untuk mengendalikan nyamuk.
Hasil: Sebanyak 195 komponen dari daun serai dan 99 komponen dari batangnya berhasil diidentifikasi. Konsentrasi minyak atsiri yang diperoleh dari batang lebih tinggi dibandingkan dengan daun. Geranial (31,89%) dan neral (27,02%) merupakan komponen utamanya. Minyak atsiri yang diisolasi dari batang serai menunjukkan aktivitas pembunuh larva yang lebih kuat daripada minyak dari daun serai, dengan nilai LC50 masing-masing 146,6 ppm dan 209,5 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa minyak atsiri batang serai memiliki kemampuan kuat untuk membunuh larva An. gambiae s.s. Minyak atsiri dari batang serai lebih efektif membunuh larva An. gambiae s.s. dibandingkan minyak yang diperoleh dari daun serai.
“Tidak disebutkan” bukan berarti tidak ada yang membiayai — basis data tidak selalu mencatatnya.
Pada ikan, ekstrak serai dan kemangi memperbaiki sejumlah parameter darah dan kekebalan tubuh.
Tujuan studi: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi antijamur, antioksidan, dan imunomodulator ekstrak kemangi (Ocimum basilicum) dan serai (Cymbopogon citratus) pada benih ikan Labeo rohita, dengan perhatian khusus pada efektivitasnya terhadap Aphanomyces invadans COF_AHE F (02). Ekstrak dianalisis menggunakan kromatografi cair-spektrometri massa (LC-MS), yang menunjukkan kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang beragam.
Hasil: Jumlah sel darah merah (RBC) dan sel darah putih (WBC) meningkat secara nyata, sedangkan kadar alanina aminotransferase (ALT) dan fosfatase alkali (ALP) menurun. Penanda imunologis, termasuk protein serum, lisozim, dan aktivitas nitroblue tetrazolium (NBT), meningkat secara signifikan. Selain itu, gen pengatur kekebalan, seperti tumor necrosis factor-α (TNF-α), interleukin-1 β (IL-1β), dan komponen komplemen 3 (C3), mengalami peningkatan ekspresi pada kelompok yang diberi perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak kemangi dan serai berpotensi menjadi imunostimulan alami untuk meningkatkan kesehatan ikan dan dapat membantu meningkatkan ketahanan terhadap penyakit dalam budi daya perikanan.
“Tidak disebutkan” bukan berarti tidak ada yang membiayai — basis data tidak selalu mencatatnya.
Pisaczek tidak menilai siapa yang benar. Ia menunjukkan apa yang ditulis dan di mana membacanya. Setiap kalimat di atas memiliki sumber.